Entry: Pernikahan itu.... Wednesday, June 28, 2006



Semalam, secara kebetulan aku membaca dan melihat dua kejadian yang hampir sama. Pertama, aku membaca sebuah cerita, bukan cerpen tapi juga bukan novel, apa namanya dong. Yah pokoknya begitulah. Cerita itu tentang pernikahan yang awalnya adalah sebuah permainan. Unik, begitu aku menilainya. Pernikahan terjadi hanyalah sebuah simulasi dua orang sahabat. Pernikahan hanya sebagai ajang coba-coba karena ingin merasakan bagaimana sebenarnya menikah itu, bagaimana rasanya menjadi suami, bagaimana rasanya menjadi seorang istri. Karena usia keduanya juga sudah berkepala tiga. Kesepakatannya adalah klo pernikahan yang terjadi ternyata membawa keburukan, pernikahan simulasi tersebut tidak perlu diteruskan, dan apabila dalam pernikahan itu membuat ketagihan akan posisinya, masing-masing bisa mencari pasangan yang bener-bener dicintai. Aneh kan!!

Awalnya, pernikahan itu terasa aneh karena memang tidak wajar. Menikah hanya status saja. Masing-masing bebas dengan keinginannya, tapi itu menjadi rahasia mereka berdua saja. Orang lain tetap menilai itu pernikahan yang sewajarnya. Benturan demi benturan terjadi mengakibatkan hubungan menjadi lebih buruk. Dulunya mereka adalah sahabat baik, namun dengan adanya pernikahan simulasi itu malah menjadikan hubungan mereka jauh. Suatu saat, puncak dari hubungan itu, si wanita menginginkan perceraian karena dia kembali bertemu dengan pacarnya dulu dan ingin menikahinya. Kejadian demi kejadian semakin membuat meraka sadar bahwa ternyata dua sahabat itu menikmati pernikahan coba-coba itu. Merindukan saat-saat bersama, dll. Dan ternyata si lelaki memang telah mencintai wanita itu semenjak dulu. Dia menganggap pernikahan itu sungguhan dan menikati setiap detik waktu yang dilewatkan. Dan wanita itu tak menyadari bahwa benih cinta mulai tumbuh di hatinya.

Kedua, hal yang kuamati adalah i-sinema antv. Ceritanya hampir sama, hanya saja apernikahan yang terjadi karena perjodohan dari kakek yang saat itu sedang sakit keras. Permintaan kakek tidak dapat ditolak. Lagi-lagi mereka adalah sahabat sedari kecil dulu, dan si laki-laki juga sudah lama memendam perasaan itu selagi mereka masih kecil.

Pernikahan itu bukan permainan. Pernikahan itu suci. Barang siapa yang menganggap pernikahan adalah permainan dan mengotorinya, maka mereka tidak mengerti hakikat pernikahan itu sendiri. Ups…gak mau membahas ini ah…

 

   2 comments

m yan
August 18, 2007   07:41 AM PDT
 
wah..sajaknya mbak yang satu ini dah pengen juga nikah..tho
massam
July 10, 2006   10:49 AM PDT
 
ak jg melihat yang di antv kuwi,,,ak g suka melihat sesuatu yang sakral menjadi hanya sebuah permainan. sinetron wis memutar balikan nilai..sesuatu yang salah di kemas sedemikian sehingga menjadi suatu sebuah pembenaran atas sesuatu. nilai - nilai tersebut akhire mesti di lihat orang, dan nilai yang salah ini akan menyebar se indonesia. artine moralitas sudah di lecehkan dan berkembang. beruntunglah mereka yang berpikir dan mengikuti kebenaran hati. apa yang tenteram di hati kita dan juga benar menurut pikiran kita itu salah satu pertanda kita melakukan yang benar.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments