Semalam, secara kebetulan aku membaca dan melihat
dua kejadian yang hampir sama. Pertama, aku membaca sebuah cerita, bukan cerpen
tapi juga bukan novel, apa namanya dong. Yah pokoknya begitulah. Cerita itu
tentang pernikahan yang awalnya adalah sebuah permainan. Unik, begitu aku
menilainya. Pernikahan terjadi hanyalah sebuah simulasi dua orang sahabat.
Pernikahan hanya sebagai ajang coba-coba karena ingin merasakan bagaimana
sebenarnya menikah itu, bagaimana rasanya menjadi suami, bagaimana rasanya
menjadi seorang istri. Karena usia keduanya juga sudah berkepala tiga.
Kesepakatannya adalah klo pernikahan yang terjadi ternyata membawa keburukan,
pernikahan simulasi tersebut tidak perlu diteruskan, dan apabila dalam
pernikahan itu membuat ketagihan akan posisinya, masing-masing bisa mencari
pasangan yang bener-bener dicintai. Aneh kan!!
Awalnya, pernikahan itu terasa aneh karena memang
tidak wajar. Menikah hanya status saja. Masing-masing bebas dengan
keinginannya, tapi itu menjadi rahasia mereka berdua saja. Orang lain tetap
menilai itu pernikahan yang sewajarnya. Benturan demi benturan terjadi
mengakibatkan hubungan menjadi lebih buruk. Dulunya mereka adalah sahabat baik,
namun dengan adanya pernikahan simulasi itu malah menjadikan hubungan mereka
jauh. Suatu saat, puncak dari hubungan itu, si wanita menginginkan perceraian
karena dia kembali bertemu dengan pacarnya dulu dan ingin menikahinya. Kejadian
demi kejadian semakin membuat meraka sadar bahwa ternyata dua sahabat itu
menikmati pernikahan coba-coba itu. Merindukan saat-saat bersama, dll. Dan
ternyata si lelaki memang telah mencintai wanita itu semenjak dulu. Dia
menganggap pernikahan itu sungguhan dan menikati setiap detik waktu yang
dilewatkan. Dan wanita itu tak menyadari bahwa benih cinta mulai tumbuh di
hatinya.
Kedua, hal yang kuamati adalah i-sinema antv.
Ceritanya hampir sama, hanya saja apernikahan yang terjadi karena perjodohan
dari kakek yang saat itu sedang sakit keras. Permintaan kakek tidak dapat
ditolak. Lagi-lagi mereka adalah sahabat sedari kecil dulu, dan si laki-laki
juga sudah lama memendam perasaan itu selagi mereka masih kecil.
Pernikahan itu bukan permainan. Pernikahan itu
suci. Barang siapa yang menganggap pernikahan adalah permainan dan
mengotorinya, maka mereka tidak mengerti hakikat pernikahan itu sendiri. Ups…gak
mau membahas ini ah…